Scroll untuk baca artikel
BeritaFinance

Transaksi Digital RI Makin Mendunia, QRIS Diuji Coba di Cina

23
×

Transaksi Digital RI Makin Mendunia, QRIS Diuji Coba di Cina

Sebarkan artikel ini

Semuakabar.com – Sistem pembayaran nontunai berbasis QR Code, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), kini semakin mendunia. Setelah resmi digunakan di Jepang mulai 17 Agustus 2025, Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa uji coba konektivitas pembayaran QRIS juga mulai dilakukan dengan mitra dari Cina. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar BI dalam mendorong transformasi digital sistem keuangan nasional serta memperkuat integrasi ekonomi kawasan melalui konektivitas pembayaran lintas negara.

QRIS Resmi Tersedia di Jepang Mulai 17 Agustus 2025

Pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Minggu, 17 Agustus 2025, Bank Indonesia mengumumkan bahwa QRIS telah resmi dapat digunakan untuk bertransaksi di Jepang. Peluncuran ini ditandai dengan kesiapan 35 merchant di berbagai lokasi di Jepang yang menerima pembayaran menggunakan QRIS.

Menurut Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, masyarakat Indonesia yang berada di Jepang kini dapat menggunakan aplikasi pembayaran domestik untuk melakukan transaksi dengan memindai JPQR Global, yaitu sistem QR Code yang digunakan secara luas di Jepang.

“Pada tahap awal, masyarakat Indonesia dapat menggunakan QRIS di 35 merchants di Jepang,” ujar Perry dalam pernyataan tertulis yang diterima Semuakabar, Minggu (17/8).

Lebih lanjut, Perry menekankan bahwa BI akan terus memperluas jumlah merchant yang menerima QRIS di Jepang, guna memberikan kenyamanan lebih bagi WNI yang tinggal, bekerja, atau berlibur di Negeri Sakura. Tak hanya itu, Perry juga menyebut bahwa pihaknya akan bekerja sama untuk membuka akses penggunaan QRIS oleh warga Jepang saat berada di Indonesia, sehingga tercipta sistem pembayaran yang saling terhubung antarnegara.

Kolaborasi Lintas Negara dan Lintas Lembaga

Keberhasilan peluncuran QRIS di Jepang tidak lepas dari kolaborasi lintas otoritas dan sektor keuangan. Bank Indonesia menggandeng Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI), Payment Japan Association (PJA), Netstars, serta lembaga keuangan lainnya di Jepang untuk mewujudkan interoperabilitas sistem pembayaran ini.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam diplomasi ekonomi digital Indonesia, menunjukkan bahwa sistem keuangan nasional mampu terintegrasi dengan standar global.

Uji Coba QRIS di Cina Dimulai

Tak berhenti di Jepang, Bank Indonesia juga mengumumkan bahwa uji coba sistem QRIS dengan Cina telah dimulai. Dalam kerja sama ini, BI berkolaborasi dengan People’s Bank of China (PBoC), serta melibatkan ASPI dan UnionPay International (UPI), sebagai langkah awal dalam membangun konektivitas pembayaran digital antara dua negara dengan ekonomi terbesar di Asia.

Perry Warjiyo menyatakan bahwa perluasan QRIS ke Cina akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan uji coba yang akan mengevaluasi kesiapan teknis dan operasional.

“Bank Indonesia dan People’s Bank of China telah memulai uji coba interkoneksi QRIS antarkedua negara. Diharapkan proses ini berjalan baik dan dapat segera direalisasikan untuk penggunaan publik,” ujar Perry.

Konektivitas QRIS dengan Cina diharapkan dapat memperlancar kegiatan perdagangan bilateral, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata antara Indonesia dan Cina yang selama ini menjadi pasar utama pariwisata domestik.

Perkembangan QRIS Lintas Negara

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2019, QRIS telah mengalami pertumbuhan pesat. Hingga kini, lebih dari 57 juta pengguna telah memanfaatkan QRIS untuk berbagai kebutuhan transaksi. Bank Indonesia pun terus mendorong pengembangan fitur-fitur inovatif dalam sistem QRIS, termasuk di antaranya fitur pembayaran lintas negara (cross-border QRIS).

Perry menambahkan bahwa inovasi-inovasi tersebut sejalan dengan misi BI untuk mendukung inklusi keuangan dan digitalisasi sistem ekonomi nasional. “Salah satu inovasi penting adalah QRIS antarnegara,” tegasnya.

Data BI menunjukkan bahwa transaksi QRIS antarnegara terbesar saat ini terjadi antara Indonesia dan Malaysia, dengan lebih dari 4,31 juta transaksi yang telah dilakukan sejak peluncuran pada Mei 2023. Total nilai transaksi mencapai Rp1,15 triliun. Sementara itu, transaksi QRIS dengan Thailand tercatat sebanyak 994.890 kali, dengan nilai transaksi mencapai Rp437,54 miliar sejak diluncurkan pada Agustus 2022.

QRIS dan Masa Depan Pembayaran Digital Indonesia

Langkah BI untuk memperluas cakupan QRIS ke negara-negara besar seperti Jepang dan Cina mencerminkan komitmen strategis dalam membangun ekosistem pembayaran digital yang tangguh, aman, dan inklusif. Konektivitas ini diharapkan tak hanya memberi kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi lintas negara, tapi juga menjadi daya dorong bagi UMKM Indonesia dalam menjangkau pasar internasional.

Dengan terus meningkatnya jumlah pengguna dan merchant yang mendukung QRIS, serta dukungan dari berbagai lembaga internasional, masa depan pembayaran digital Indonesia terlihat semakin menjanjikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *