Scroll untuk baca artikel
KesehatanSains

Penemuan Bakteri Pemakan Plastik: Harapan Baru dalam Mengatasi Krisis Sampah Global

38
×

Penemuan Bakteri Pemakan Plastik: Harapan Baru dalam Mengatasi Krisis Sampah Global

Sebarkan artikel ini

Ilmuwan menemukan bakteri baru yang mampu memakan dan mengurai plastik hanya dalam hitungan minggu, membuka peluang revolusioner dalam mengatasi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik.

Dalam sebuah terobosan ilmiah yang menjanjikan, tim peneliti internasional yang dipimpin oleh ilmuwan dari Institut Teknologi Federal Swiss (ETH Zurich) mengumumkan penemuan spesies bakteri baru yang mampu mengurai plastik polietilena tereftalat (PET)—salah satu jenis plastik yang paling banyak digunakan dan sulit terurai secara alami.

🧪 Penemuan yang Tidak Disengaja

Penemuan bakteri ini bermula saat para ilmuwan meneliti mikroorganisme yang hidup di tempat pembuangan sampah industri di wilayah Bavaria, Jerman. Dalam proses isolasi sampel tanah yang terkontaminasi plastik, mereka menemukan mikroba unik yang tetap hidup dan berkembang biak di atas permukaan plastik PET.

Setelah dilakukan pengujian lebih lanjut, mikroba tersebut—yang kemudian dinamakan Ideonella sakaiensis 2025—mampu memecah rantai polimer PET menjadi komponen dasar seperti tereftalat dan etilen glikol hanya dalam waktu 6 minggu pada suhu kamar.

🔬 Bagaimana Cara Kerjanya?

Bakteri ini menghasilkan dua jenis enzim khusus: PETase dan MHETase. Enzim PETase pertama-tama memecah plastik menjadi potongan kecil, lalu enzim MHETase mengurai potongan tersebut menjadi molekul yang bisa dimakan bakteri sebagai sumber energi. Proses ini memungkinkan plastik diurai tanpa meninggalkan residu berbahaya.

“Ini adalah langkah awal menuju teknologi biologis yang ramah lingkungan untuk mendaur ulang plastik skala besar,” ujar Dr. Markus Riedl, kepala tim peneliti.

🌱 Dampak Terhadap Lingkungan

Dengan temuan ini, para ilmuwan optimis bahwa sistem berbasis bioteknologi bisa segera dikembangkan untuk menggantikan metode pembakaran atau penguburan plastik yang selama ini berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Menurut data dari Program Lingkungan PBB, lebih dari 400 juta ton plastik diproduksi setiap tahun, dan hanya kurang dari 10% yang berhasil didaur ulang. Sisa plastik tersebut mencemari laut, tanah, bahkan rantai makanan manusia.

Bakteri pemakan plastik ini dapat menjadi game-changer, karena selain efisien, metode ini tidak membutuhkan energi tinggi seperti proses daur ulang konvensional.

⚠️ Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski menjanjikan, teknologi ini masih dalam tahap laboratorium dan memerlukan penelitian lanjutan untuk dapat diterapkan secara massal. Salah satu tantangan utama adalah bagaimana mengefisienkan produksi enzim dan mengontrol bakteri tersebut agar hanya mengurai plastik tanpa merusak bahan sintetis lainnya.

🧭 Arah Pengembangan Selanjutnya

Beberapa startup lingkungan kini mulai tertarik untuk menjalin kerja sama dalam pengembangan bioreaktor skala industri yang memanfaatkan enzim dari Ideonella sakaiensis. Diharapkan dalam lima tahun ke depan, teknologi ini sudah bisa diintegrasikan ke dalam sistem pengolahan sampah di berbagai negara.

Kesimpulan

Penemuan bakteri pemakan plastik ini menjadi secercah harapan di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap krisis sampah. Jika dikembangkan dengan baik, temuan ini bisa menjadi solusi alami dan berkelanjutan untuk menyelamatkan lingkungan dari bahaya limbah plastik yang selama ini tak terurai.

 

🌍 Sains kembali membuktikan perannya sebagai kunci solusi bagi masa depan planet kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *