Scroll untuk baca artikel
Sains

NASA Temukan Planet Mirip Bumi di Zona Layak Huni, Harapan Baru bagi Masa Depan Umat Manusia?

65
×

NASA Temukan Planet Mirip Bumi di Zona Layak Huni, Harapan Baru bagi Masa Depan Umat Manusia?

Sebarkan artikel ini

Washington, D.C. – 19 Agustus 2025

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan penemuan planet baru yang menghebohkan dunia sains. Planet ini diberi nama sementara Kepler-452c II, yang ditemukan melalui observasi menggunakan teleskop luar angkasa James Webb dan TESS (Transiting Exoplanet Survey Satellite). Yang membuatnya menakjubkan adalah bahwa planet ini memiliki banyak kesamaan dengan Bumi dan berada di zona layak huni, yaitu area di mana air cair memungkinkan terbentuk di permukaan planet.

 

Menurut tim peneliti NASA, Kepler-452c II memiliki ukuran hanya 1,1 kali lebih besar dari Bumi, atmosfer yang tampaknya stabil, serta kemungkinan adanya air. Planet ini mengorbit bintang mirip Matahari yang berjarak sekitar 1.200 tahun cahaya dari Bumi, di konstelasi Cygnus.

 

“Ini adalah salah satu penemuan paling menjanjikan dalam pencarian kehidupan di luar Tata Surya,” ujar Dr. Alicia Perez, ilmuwan utama dari tim eksplorasi NASA. Ia menyebut bahwa hasil spektrum dari atmosfer planet menunjukkan tanda-tanda keberadaan uap air, serta kemungkinan adanya oksigen dan karbon dioksida dalam kadar rendah.

 

Yang menarik, Kepler-452c II memiliki periode revolusi yang hampir sama dengan Bumi, yaitu sekitar 389 hari. Ini meningkatkan harapan bahwa kondisi iklim dan cuaca planet tersebut tidak jauh berbeda dengan kondisi di Bumi.

 

NASA kini berencana untuk memfokuskan instrumen teleskop James Webb untuk mengamati lebih detail kondisi atmosfer planet ini selama beberapa bulan ke depan. Peneliti berharap dapat menemukan sinyal-sinyal tambahan yang bisa mengindikasikan keberadaan kehidupan mikroba atau bahkan lebih kompleks.

 

Namun, meski tampak menjanjikan, perjalanan manusia ke planet tersebut belum memungkinkan dengan teknologi saat ini. Dibutuhkan waktu ribuan tahun untuk mencapai Kepler-452c II dengan kecepatan pesawat luar angkasa konvensional saat ini. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut difokuskan pada pemahaman kondisi planet tersebut sebagai bahan perbandingan untuk evolusi planet Bumi sendiri.

 

Temuan ini menjadi bagian dari misi besar NASA dan lembaga antariksa dunia dalam mencari kehidupan di luar Bumi, serta menjadi dasar pertimbangan masa depan keberlangsungan umat manusia dalam menghadapi perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya di planet kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *