Scroll untuk baca artikel
BeritaFinanceInternasionalTeknologi

Kebijakan Ekonomi Digital ASEAN Dorong Konektivitas dan Daya Saing Regional

27
×

Kebijakan Ekonomi Digital ASEAN Dorong Konektivitas dan Daya Saing Regional

Sebarkan artikel ini

Jakarta, 19 Agustus 2025 – Negara-negara anggota ASEAN terus memperkuat kerja sama dalam bidang ekonomi digital demi meningkatkan konektivitas dan daya saing kawasan di tengah arus globalisasi yang semakin cepat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kolektif ASEAN untuk menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai pusat pertumbuhan digital global.

Dalam forum ASEAN Digital Ministers’ Meeting (ADGMIN) yang digelar pekan ini di Vientiane, Laos, para menteri sepakat untuk mempercepat implementasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang akan menjadi kerangka kerja utama bagi integrasi digital lintas negara.

Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, Budi Arie Setiadi, menyatakan bahwa percepatan transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga ketahanan ekonomi kawasan. “ASEAN harus bersatu dalam membangun infrastruktur digital, sistem keamanan siber yang kuat, serta mendukung pelaku UMKM agar bisa beradaptasi di dunia digital,” ujarnya.

Prioritas Utama: Infrastruktur dan SDM Digital

Dalam kerangka kerja sama ini, ASEAN menyoroti dua fokus utama: pembangunan infrastruktur digital dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Negara-negara anggota bersepakat bahwa investasi di bidang jaringan internet cepat dan konektivitas lintas negara harus diperluas, terutama di wilayah-wilayah yang belum terjangkau.

Tak hanya itu, peningkatan literasi digital dan pengembangan talenta di bidang teknologi informasi menjadi fokus penting. Pemerintah Indonesia, misalnya, telah meluncurkan program “Digital Talent Scholarship” untuk melatih puluhan ribu talenta muda di bidang AI, big data, dan keamanan siber.

UMKM Jadi Pilar Pertumbuhan Digital ASEAN

ASEAN juga menempatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai aktor kunci dalam transformasi ekonomi digital. Melalui inisiatif “Go Digital ASEAN”, ribuan pelaku UMKM telah menerima pelatihan dalam e-commerce, pemasaran digital, dan transaksi lintas negara.

“UMKM yang mampu bertransformasi ke digital terbukti memiliki ketahanan lebih tinggi saat pandemi, dan ini menjadi pelajaran penting,” kata Josephine Teo, Menteri Komunikasi dan Informasi Singapura.

ASEAN berkomitmen untuk menyusun kebijakan pajak lintas batas, perlindungan konsumen, serta harmonisasi aturan perdagangan digital demi menciptakan ekosistem yang sehat bagi pelaku usaha skala kecil dan menengah.

Ancaman Keamanan Siber Jadi Perhatian

Namun, di balik optimisme ini, muncul tantangan besar: keamanan siber. Seiring meningkatnya volume transaksi digital, ancaman peretasan, pencurian data, dan penyebaran disinformasi juga kian tinggi.

Untuk itu, ASEAN mendorong pembentukan ASEAN Cyber Security Center sebagai pusat koordinasi penanggulangan insiden siber dan peningkatan kerja sama antarnegara dalam hal intelijen digital.

“Tidak ada negara yang benar-benar kebal terhadap ancaman siber. Kita butuh kerja sama regional yang solid,” tegas Menteri Komunikasi Kamboja, Chea Vandeth.

Visi 2040: ASEAN Sebagai Pusat Ekonomi Digital Dunia

Target jangka panjang dari strategi ini adalah menjadikan ASEAN sebagai pusat ekonomi digital global pada tahun 2040. Dengan populasi lebih dari 670 juta jiwa dan meningkatnya jumlah pengguna internet, kawasan ini memiliki potensi pasar yang sangat besar.

Lembaga riset McKinsey memperkirakan bahwa kontribusi ekonomi digital ASEAN bisa mencapai USD 1 triliun pada tahun 2035 jika transformasi digital terus didorong secara menyeluruh.

Namun untuk mencapai visi tersebut, kerja sama antarnegara perlu ditingkatkan, baik dari segi kebijakan, investasi, maupun kesiapan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *