Jakarta – Penemuan mengejutkan datang dari tim peneliti China yang memeriksa sampel debu Bulan hasil misi Chang’e-5. Mereka menemukan lapisan tipis karbon dalam bentuk grafena alami yang tersusun dari beberapa lapis atom, sebuah temuan yang belum pernah dikonfirmasi sebelumnya pada material Bulan. Penemuan ini berpotensi mengubah pemahaman ilmuwan tentang asal-usul Bulan sekaligus membuka peluang besar untuk pemanfaatan sumber daya di luar angkasa.
Apa itu Graphena dan Mengapa Itu Penting?
Grafena adalah bentuk karbon murni dengan ketebalan hanya satu lapis atom, namun memiliki kekuatan mekanis yang sangat tinggi dan kemampuan menghantarkan listrik dengan efisiensi luar biasa. Jika ditemukan secara alami di Bulan dalam jumlah signifikan, material ini bisa menjadi aset berharga untuk teknologi masa depan, termasuk pembangunan pangkalan luar angkasa.
Temuan Tak Terduga dari Debu Bulan
Misi Chang’e-5 mengumpulkan sekitar 1,5 kilogram tanah Bulan dari wilayah Oceanus Procellarum. Sampel tersebut diperiksa menggunakan teknologi laser non-destruktif yang memungkinkan peneliti memindai komposisi mineral tanpa merusak struktur aslinya.
Hasilnya menunjukkan pola khas grafena multilapis dengan kualitas tinggi. Lapisan-lapisan karbon ini ditemukan berdampingan dengan partikel besi mikroskopis, yang kemungkinan besar bertindak sebagai katalis saat proses pembentukan grafena di permukaan Bulan.
Peran Angin Matahari dan Aktivitas Vulkanik
Bulan tidak memiliki atmosfer tebal untuk melindungi permukaannya, sehingga terus-menerus dihantam proton dari angin Matahari yang bergerak sangat cepat. Partikel-partikel ini dapat memutus ikatan kimia, memicu pelepasan atom karbon, dan menghasilkan panas sesaat yang cukup untuk membentuk grafena, terutama ketika bereaksi dengan debu kaya besi.
Selain itu, letusan gunung berapi purba di Bulan juga mungkin menciptakan kondisi panas yang mendukung pembentukan lapisan grafena yang lebih tebal.
Menggoyang Teori Lama Asal-Usul Bulan
Selama beberapa dekade, teori dominan menyatakan bahwa Bulan terbentuk dari tabrakan besar antara Bumi purba dan benda seukuran Mars, yang menghasilkan satelit miskin karbon. Namun, penemuan grafena alami ini memunculkan pertanyaan baru: apakah karbon telah bertahan sejak awal pembentukan Bulan, ataukah terakumulasi dari sumber luar seperti angin Matahari?
Temuan ini juga membuka kemungkinan bahwa proses pembentukan karbon di Bulan masih berlangsung hingga sekarang.
Peluang Pemanfaatan Grafena di Bulan
- Membuat pelindung radiasi untuk astronaut dan peralatan.
- Melapisi elektroda superkapasitor untuk penyimpanan energi.
- Menyaring dan memurnikan air di habitat Bulan.
- Memperkuat material konstruksi luar angkasa.
Karena ditemukan bersama mineral besi, grafena bisa diekstraksi menggunakan teknik pemisahan magnetik yang sederhana tanpa memerlukan peralatan berat dari Bumi. Hal ini akan mengurangi biaya logistik misi luar angkasa secara signifikan.
Masa Depan Penelitian
Para peneliti berencana untuk mempelajari sifat mekanis dan termal grafena alami ini, sekaligus menguji apakah kualitasnya dapat menyaingi grafena buatan laboratorium. Misi pengambilan sampel mendatang, termasuk dari kedalaman Bulan, diharapkan dapat mengungkap asal-usul pasti karbon ini.